Sore itu sangat cerah, angin mengalir menyeberangi penat hariku, menghibur dengan sapa khasnya dan bercerita tentang siluet dari arah senja memulai petualangan. Sesaat aku terbawa harmoni dan alunan senja, sampai pandangku melayang pada sosok kumal yang tengah bermain-main dengan kayu balok. Dia seakan sedang menimang sosok bayi. Ah… ternyata, dia seorang yang kurang beruntung yang dalam benaknya hanya terbayang balok kayu itu seorang bayi yang layak di gendong dan ditimang, aku menyimpulkan dia seorang yang mengalami gangguan mental.
Kesibukan analisaku terputus karena gema Adzan berkumandang, kewajiban seorang muslim untuk segera memenuhi panggilannya. Bergegas langkahku, mengambil air wudlu. Ketika langkah hendak terayun memasuki Masjid, entah dari arah mana seseorang telah memegang
tanganku, aku kaget. Seorang gadis kecil dengan rambut acak-acakan dan tangan kotor menarik tanganku sembari berkata “Mas, minta uangnya dong, aku belum makan, ibuku sakit”, Dalam hati terasa jengkel, orang sudah wudlu mau sholat, eh,,, giliran mau masuk masjid dimintai uang, pake pegang tangan lagi, inget mbah kyai harus wudlu lagi nih. “Dik aku ga bawa uang, mau sholat dulu ya”, sembari kutarik tanganku dari pegangan tangannya. Agak gak enak juga sih sebenarnya bilang seperti itu, tapi udahlah, daripada telat sholatnya.
Setelah beberapa saat aku keluar masjid, tak lupa aku masukkan beberapa lembar ribuan ke kotak amal masjid. Penat karena kegiatan seharian seakan menghilang, dan aku berniat segera menuju rumah. Jalan depan masjid mulai remang, lampu-lampu jalanpun mulai menggantikan matahari yang lelah dan terbaring dibalik cakrawala. Langkahku kuayun melewati pagar masjid.
Tanpa sengaja telinga ini menangkap sepotong percakapan lirih, “Tuhan telah tiada, Tuhan telah meninggalkan hati orang-orang, bahkan yang begitu mengagungkanNya”. Sebuah percakapan yang datar, namun terasa bagai ledakan kompor gas 3 kilo gram. Langkah kakiku terasa tak kuasa aku gerakkan, dan leher seakan hilang tulang, tanpa kuasa aku kendalikan kepala dan pandangku tertuju pada dua orang sosok. Ternyata, dua orang itu adalah orang yang aku anggap gila dan gadis kecil yang menarik tanganku untuk minta uang.
Terlihat orang gila mengeluarkan bungkusan makanan dari kantong bajunya, sambil mengelus rambut gadis itu, “nak, ndak usah nangis, ni aku beri nasi bungkusku, sekalian nanti tak kasih uang duaribu buat beli obat”, “eh mas…” (mendadak pandangan orang gila itu tertuju padaku). “Mas kamu juga belum makan? mau nasi ini?” Beberapa detik pandangan kami bertemu, pandangan kosong, datar dari orang yang aku anggap gila tadi seakan terasa tajam, melebihi belati yang sesak menusuk jantungku.. Aku terdiam, tak ada sedikitpun daya. Semua rasaku hilang, dingin menerkam semua kesadaranku… Menggulung dan meluluh lantakkankan batinku tanpa sisa.
Ya Allah, betapa keangkuhanku, menutup hatiku
tuk membaca ayat-ayatmu,yang tersirat dari lakon hidup didepan mata.
Betapa tlah kau ciptakan rangkaian hidup,
yang seharusnya hamba maknai tuk semakin mendekatkanku padaMu.
Dan aku tlah mengabaikannya…
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, tapi kita yang meninggalkanNya,
hanya saja kita tidak menyadarinya,
tetap optimis dan penuh harapan lah kita, aga kita tidak putus dari rahmat Tuhan,
http://yanrmhd.wordpress.com/2010/04/26/aku-dan-dia/
tetap semangat!! berbagi kebaikan, semoga Allah merahmati
Kalau saya yang mengalaminya, mungkin kejadiannya akan lebih buruk dari itu
Baca kisah2 seperti ini jadi instropeksi. Makasih!
hhmm… sangat menyentuh…
terkadang, ada hal kecil yang mampu menyadarkan kita dari kelalaian… thanks pencerahannya, salam kenal…
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Salam Takzim
Kalau saja ada waktu dan kesempatan, ingin deh seperti mas pandu bisa mengalami langsung hal yang menyentuh batin, karena selintasan saya kerja belum kutemui hal yang seperti itu. itu obat lho mas
Salam Takzim Batavusqu
Salam Takzim
Di HI ada air mancur
masih pagi udeh meluncur
Salam Takzim Batavusqu
Tuhan ada di hati bukan dibalut pakaian dan daging itu,lihatlah hati yg bersih ,pasti disana ada Allah
btw jadi inget salah satu filosof barat terkenal ,yaitu si Friedrich Nietzsche yg bilang GOD is Dead.
apakah Tuhan telah mati? hmm mungkin yg bilang itu hati nuraninya yg udah mati,soalnya udah gak bisa nemuin cahaya Tuhan pakai hatinya lagi
Sesunggunya kemiskinan itu sungguh dekat dengan kekufuran, apalahi kalo itu kemiskinan ilmu dan iman.
Seberapa besar ujian di dunia ini, sampai kita berani meniadakanjiwa ketuhanan dalam hati kita, sesunggunya segala penderitaan dan derita nasib di dunia, sungguh tak ada apa2nya dengan pedihnya siksa Tuhan di kampung akhirat kelak
smoga kedepan akan lebih baik
tuhan tidak pernah pergi namun kita yang menjauhinya
smngattt
Keangkuhan seperti itu terjadi pada siapapun dan dimanapun.
Ketika begitu angkuhnya membayar dengan cepat semua barang yang kita beli di mall. Begitu ada orang miskin menadahkan tangannya kepada kita, tiba2 kita sibuk memilah dan milih uang seribuan yang paling lusuh.
Terima kasih atas atrtikelnya yang sangat penuh makna.
Salam hangat dari Surabaya
Subhanallah…. kita bisa saja bersikap angkuh setiap saat namun beruntunglah kalo kita tersadarkan oleh2 hal -hal kecil itu..
Membuatku terdiam T_T
blogwalking….
berbagai macam kejadian yg ada di dpn mata kpl qt seperti contoh di atas dapatkah membuka mata hati qt tuk mengucap rs syukur betapa jiwa qt masih disinari dg cahayanya sehingga qt dapat menjalankan apa2 yg Dia perintahkan n menjauhi apa2 yg dilarang-Nya…amien..
gud luck sll tuk ngebloging ria-nya….
salam sayank….
Allah SWT…maha sempurna kasih sayangnya. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Sikap dan perbuatan kitalah yg menjauhkan kita dari Allah …semoga dijauhkan dari perbuatan2 yang membuat kita jauh dariNya…. amien
Kadang kita kejam, namun itulah adanya diri kita…
bersyukurlah karena masih ditunjukan hal yang mengagumkan seperti itu di dalam hidupmu,
dan saya bersyukur bisa menimba ilmu dari sini….
kunjungan balik
Tak ada komentar yang bisa aku tuliskan … Aku terdiam membacanya, begitu menghancurkan hati hingga berkeping2 *dan berusaha untuk introspeksi lagi*
Wowwwww…. One of the best post I’ve ever read for a very long time….
Makasih banget atas sharingnya… mak nyussss bangetttt… dalem masuk ke hati…
Boleh tukeran link? Saya suka tulisan2x di blog ini yang menginspirasi…
Salam kenal
bermakna sekali… saya juga pernah angkuh, disadari atau tidak.. dan postingan seperti ini memberikan pencerahan… makasi..
Makasih, sudah saya pasang linknya juga yah…
saat na unt merenung..
salam kenal..sxan tukeran link y mas..;)
Tuhan tidak pernah tidur….
sangat sangat sangat bermakna dan menginspirasi
terima kasih sudah memberikan pelajaran buatku..
Salamku, mas Pandu dan keluarga..
Saya ikut belajar dari pengalaman yang memberi pencerahan ini…
Makasih Mas
bukannya DIA yang tiada… namun terkadang hati nurani jiwa yang tertutup jelaga kesombongan dan keangkuhan, mahesa…
aq kok sedih ma omongan org itu yaa.. tak selayaknya dia ngomong kek gtu meski didera kemalangan dan kemiskinan, malah akan menutupi jalan rizqinya sendiri… iman yang dipertanyakan, apatis yang menyergap, di tengah kerasnya cobaan hidup… semoga kita bisa mengukuhkan keimanan kita akanNya
tulisan yang membuat saya intropeksi diri mas..terimakasih atas tulisan yang perlu dikaji ini.
salma adem ayem
Alhamdulillah, iman di dalam hati ini semoga terus tetap terjaga, amin. salam sukses selalu.
Jadi terharu… terkadang seseorang memang terlihat miskin dan serba kekurangan dari luar, tetapi hatinya sangat kaya.
Salam kenal…
Waaaah,.
Pelajaran baru,.
Trimakasih yah, ternyata ALLAH masih mengingatkan aq melalui post ni.,
Terkadang prasangka buruk selalu tumbuh lebih dulu ketika kita akan berbuat baik …..
Allah selalu memberi cara dan jalan untuk kita tetap bisa mengingat-Nya
sedih…pelajaran yang sangat berharga…
dia yang ngasih kita? yang gila siapa sih? dia apa kita?
Tuhan tidak pernah mati, kesadaran Tuhan tetap hidp hanya terdapat pada orang yang tidak putus asa terhadap nikmat-Nya….
Kisah yang menyentuh dan sungguh patut dicamkan,” “Mas kamu juga belum makan? mau nasi ini?”
selamat pagi sahabat
mmpir lagi disini
smnagtt
=(
gadis kecil yg malang………..
terus kak mahesa….
apa yg terjadi dengan gadis kecil tsb??
kejadian kecil yang mengingatkan kita
kontemplatif dan menyentuh T_T
terimakasih untuk postingan manis ini
mas pandu, maaf beribu maaf
jika ini memang kisah nyatanya mas pandu
jujur saya kecewa sekali
kenapa mas pandu ndak langsung ngasih duit ke anak kecil itu???
dia lebih membutuhkan mas
Allah memang yang utama
tapi saya rasa mas pandu tau kan
kalau saat anak kecil itu minta duitnya mas pandu
Allah sedang melihat mas pandu
jadi pelajaran yah mas…
duh mataku kok jadi berair yah..
sebuah karya satra yang indah ,,, abohay dan seksi…
saya tidah melihat dari alur ceritanya,, tapi dari alunan kata katanya yang renyah,,gurih dan lezat untuk di santap oleh lidah… !! *waeee.. sotoy gue..hehe
Ibrah yang memukau
ehh… ini fiksi apa nyata kk?
suplemen nih kk :
… Orang gila itu melompat ke tengah-tengah mereka dan memandangi mereka dengan tatapan yang menusuk. “Ke mana Tuhan?” teriaknya; “Aku katakan pada kalian, Kita telah membunuhnya – Kau dan Aku. Kita semua adalah pembunuhNya. Tapi bagaimana kita melakukan ini? Bagaimana kita bisa meminum air laut sampai habis? Siapa yang memberi kita lap untuk menghapus seluruh langit? Apa yang kita lakukan saat kita melepas rantai bumi dari mataharinya? Kemana ia pergi sekarang? Menjauh dari semua matahari?… Apa kita perlu menyalakan lentera di pagi hari? Apakah kita sudah mendengar kabar dari para penggali kubur yang mengubur Tuhan? Apakah kita sudah mencium bau busuk dari Tuhan yang telah mati? Karena Tuhan juga membusuk. Tuhan telah mati. Tuhan tetap mati. Dan kita yang membunuhnya…” (Fredrich Nietzche, 1974)
Wow… great story.
Penuh hikmah.
Btw, saya izin nge-link ya…
[sifat] Tuhan terkadang memang tidak ada pada diri kita..
Tuhan memberikan suatu pelajaran dan cpbaan tidak melebihi batas kemampuan dari kita
Allah lebih dekat daripada urat nadi qta, tapi k ita yg senantiasa tidak merasakan bahkan menjauhi ALLAh….
ahahaha mantap banget nih postingnannya. Masuk ke favorit saya. Thanks
nice posting
Keren bangat tulisannya.
Penuh dengan bahasa yang lembut tapi bisa membuat pembacanya memahami maknanya. Termasuk aku.
Salam kenal
perasaan tadi dah comment deh
setiap manusia wajib berusaha tapi tidak wajib berhasil.tulisanya bagus baget.Salam kenal
dari pengalam lah kita belajar mas,hidup di dunia ini cuma sementara,perbanyak lah beramal pada orang2 yg membutuh kan,biar kita memberi sepotong roti pada yg membutuh kan kalau hati iklas pasti allah membalas nya dengan surga mas….
Waduh subhanallah inspirasional sekali postingannya, pengalaman yg gak bakal terlupakan tuh ya..sayang sekali ya klo orang yang gak normal aja bisa lebih peduli daripada kita.
nice share
Popular winter light tan, light-colored rabbit large lapel collar design, so the overall look more shiny, more casual look, delicate sense of Canada Goose jackets, dress up hot and stylish protection.