Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2010

Dua Hati, Dua Matahari

Tak cukupkah satu hati
menaungi selaksa rasamu
apakah cakrawala dan silaunya
memberimu berjuta alasan?

Sanggupkah dalam dua hatimu
dalam perselingkuhanmu
dalam berpalingmu
dalam ambigu yang  tersipu-sipu

Sementara alam berbisik
angin mengusik
dan pucuk ilalang muda bertanya,
kemana aku meski menghadap?
pada siapa percik embun ku persembahkan?

tak cukupkah satu hati?
tak cukupkan satu matahari?
sementara lelap semakin menyekap
walau tak sadar terkapar
nanar

Berita tadi pagi, membuatku mengernyitkan kening, bahkan seketika, kemana rasaku tersandar. Sebuah proses jauh di luar atmosfir bumi kebanggaan kita, kandungan galaxi kita sedang mengandung sebuah janin, janin matahari yang diperkirakan jauh lebih panas, jauh lebih besar.
Sebuah satelit yang baru saja diluncurkan menangkap sebuah fenomena tentang gumpalan panas menyerupai sebuah bintang, panas, berpijar dan seiring dengan waktu diperkirakan akan terus membentuk sebuah bintang baru. Matahari baru. Benarkah dalam galaksi kita harus ada dua matahari?  Matahari Kembar yang sebenarnya.

Apakah dia anak dari perselingkuhan kita,
berpalingnya hati kita??
Sebuah tanda, sebuah tanya??
atau justru
sebuah jawaban.

Iklan

Read Full Post »

“Karma” adalah sebuah konsep agama Timur yang melihat semua drama manusia sebagai kehendak dari Sang Maha Kehendak di mana dalam konsep “karma”, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Dalam keyakinan Timur, efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan.

Dalam falsafah Jawa karma mungkin lebih mengarah pada falsafah Ngunduh Wohing Pakarti (menuai apa yang telah kita kerjakan).  Lepas dari sisi religi menurut saya ada satu hukum yang mau tidak mau mengikat kita. Hukum sebab-akibat.  Tidak ada asap tanpa api, kita melakukan sesuatu dan kita mendapatkan apapun dari yang telah kita lakukan.

(lebih…)

Read Full Post »

Hidup tanpa citra

Dimana bayangmu, Citra
Hamparan pixelmu merampas segenap hasrat
Memanja mata yang meradang merindu
Meski dalam hening dan bisumu

Citra yang familiar disebut gambar bisa disebut cerita tanpa kata. Dengan melihat sebuah gambar maka imaginasi kita tergerak, terbangun dan dengan aktif merangkai gambaran dan diskripsi yang secara otomatis menggerakkan (lebih…)

Read Full Post »

Sisi Lain Wajah Kita

Aku mengenali nafas ini,
Nafas yang sekian lama membuatku hidup
Namun terkadang
aku merasa asing
dengan aku
Meski tetap dengan
nafas ini

Sekotak lemari bajuku
sebesar pintu cermin kacaku
dan nyanyian merdu itu
hening melupakan aku
apa adanya

Dan aku sangat malu
Bahkan kentut satu bukti sehatku
Menjadi aib bagiku

Selama ini kita melihat sebuah pujian adalah hadiah  yang menyenangkan untuk ego kita, sementara ketika orang lain melihat kekurangan, kejelekan, atau kelemahan kita, seringkali kita melihat sebagai ancaman bagi keagungan ego (lebih…)

Read Full Post »